
Bangun Sumur Bor Untuk TPQ An Nur dan Masyarakat Kajolaki Nusa Tenggara Timur
Dana Tersedia
Rp 0
Cerita Penggalangan Dana
1 Jan 1970Bangun sumur bor untuk TPQ An Nur Kajolaki, Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Di TPQ An Nur Kajolaki, Mbay 1, Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, ada 25 santri aktif yang setiap hari datang untuk belajar mengaji, mengenal Al-Qur'an, dan menumbuhkan kecintaan kepada agama. Jumlah ini bahkan bisa bertambah ketika anak-anak lain datang untuk belajar, meski belum rutin mengikuti kegiatan mengaji.

Namun, di balik semangat mereka dalam menuntut ilmu, ada kebutuhan mendasar yang masih menjadi persoalan: ketersediaan air bersih.
Bagi anak-anak yang datang untuk belajar mengaji, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Air juga menjadi bagian dari kesucian sebelum beribadah, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan dalam menjalani aktivitas di TPQ.
Sayangnya, saat musim kemarau panjang tiba, sumber air yang selama ini diandalkan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan. Sumur gali yang menjadi tumpuan masyarakat sekitar perlahan mengering. Air yang biasanya mudah didapat berubah menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan.
Masyarakat pun terpaksa membeli air setiap hari demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pengeluaran yang seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya harus dialihkan agar keluarga tetap memiliki air untuk menjalani kehidupan.

Bayangkan jika kondisi ini terus berulang setiap musim kemarau. Betapa berat perjuangan masyarakat untuk mendapatkan air, sementara anak-anak tetap membutuhkan lingkungan yang bersih dan layak untuk belajar serta beribadah.
Setelah dilakukan pengecekan oleh tim ahli pengeboran sumur, diketahui bahwa kondisi batuan di lokasi cukup sulit ditembus. Meski demikian, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya potensi sumber air yang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter.
Temuan ini membuka peluang bagi hadirnya sumber air bersih yang lebih berkelanjutan bagi TPQ An Nur dan masyarakat di sekitarnya.
Kini, harapan itu menunggu untuk diwujudkan. Melalui wakaf pembangunan sumur bor, kita dapat bersama-sama menghadirkan akses air bersih yang lebih layak bagi para santri dan masyarakat. Air yang nantinya mengalir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu menjaga kebersihan, mendukung aktivitas ibadah, dan meringankan beban masyarakat ketika kemarau kembali datang.

Sahabat Peduli, mungkin bagi kita, membuka keran dan mendapatkan air bersih adalah hal yang biasa. Namun, bagi saudara-saudara kita di Kajolaki, ketersediaan air bersih adalah harapan yang begitu berarti.
Mari ambil bagian dalam ikhtiar ini. Wakaf sumur bor bukan sekadar membangun sumber air, tetapi menanam kebaikan yang manfaatnya dapat terus dirasakan. Setiap tetes air yang digunakan untuk berwudu, setiap tangan yang membersihkan diri, setiap aktivitas belajar yang terbantu, hingga setiap kebutuhan keluarga yang terpenuhi, semoga menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus mengalir.
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama, lalu beliau menjawab, “Memberi air.” (HR. Abu Dawud).
Mari bersama-sama menghadirkan sumber air bersih untuk TPQ An Nur Kajolaki dan masyarakat Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Jangan biarkan anak-anak terus belajar di tengah keterbatasan air. Jangan biarkan masyarakat terus terbebani membeli air setiap hari ketika kemarau melanda.
Hari ini, kita mungkin hanya menitipkan sebagian rezeki. Namun, dari wakaf yang kita tunaikan, semoga lahir aliran air yang membawa kehidupan, keberkahan, dan pahala yang terus mengalir. Mari bangun sumur bor dengan cara:
- Klik Tombol Donasi
- Masukan Nominal Donasi
- Pilih Metode Pembayaran
- Ikuti Langkah Selanjutnya
Berita terbaru
Belum ada update untuk campaign ini.
Donatur
Susi Ridayani
Rp 15.000
3 jam lalu
Zainal Arif
Rp 11.031
3 jam lalu
Ida Zubaeda
Rp 50.000
3 jam lalu
Mohammad Isa Pary
Rp 100.000
3 jam lalu
Masrifah
Rp 100.000
3 jam lalu
Hamba Allah
Rp 5.000
3 jam lalu
Rohani
Rp 10.000
3 jam lalu
Hamba Allah
Rp 30.000
3 jam lalu
Widayati
Rp 15.000
3 jam lalu
Bagus Ajie Wibowo
Rp 1.000
3 jam lalu