
Mengidap Tumor Kulit Sekujur Tubuh, Bu Suni Jalan Kaki Jual Itik Demi Bertahan Hidup
Dana Tersedia
Rp 0
Cerita Penggalangan Dana
25 Agu 2025Bu Suni, seorang lansia yang harus membesarkan delapan anaknya seorang diri, menghadapi dunia dengan semangat meski hidupnya dipenuhi rintangan. Suaminya, seorang nelayan, kini terbaring lemas karena penyakit asam lambung kronis, menambah beban di pundak Bu Suni. Bermula karena jarang makan, suami Bu Suni mengidap asam lambung kronis.

Selama lebih dari 30 tahun, Bu Suni berjuang melawan penyakit langka yang menggerogoti tubuhnya. Tumor kulit yang menyakitkan dan menghalangi aktivitas sehari-harinya. Sudah tiga kali ia menjalani operasi, namun kesembuhan masih terasa nihil. Bahkan benjolan ditubuhnya mencapai berat 7 kg hingga 10 kg.

Untuk menyambung hidup, Bu Suni memelihara itik yang ia jual demi mendapatkan beras. Tak jarang, ia harus berjalan sejauh 10 km, berkeliling menawarkan itik yang telah ia rawat. Meski begitu, banyak tetangga yang menolak tawarannya. Beberapa merasa jijik, sementara yang lain takut akan penyakit yang melekat padanya. Rasa sedih seringkali membayangi, bahkan tak jarang Bu Suni menangis di jalan karena itik yang ia jual tak satupun terjual, padahal di rumah suami dan anak-anaknya menunggu nya.
Uang saya hanya cukup untuk beli beras, mba. Nasi kami campur garam biar ada rasanyaââ¬Â¦ ujarnya, sambil tersenyum meski air mata tak bisa ia bendung. Di balik senyumnya, tersimpan kesedihan yang mendalam. Bagi Bu Suni, bersyukur dengan apa yang ada adalah bagian dari perjuangan hidupnya.

Gubuk reot tempat mereka tinggal semakin rapuh, atapnya terbawa angin, membuat mereka terpaksa berteduh di bawah terpal seadanya. Rumah itu bukan milik mereka, melainkan pinjaman dari tetangga yang baik hati. Namun, Bu Suni tak mampu memperbaiki rumah yang hampir roboh itu.
Keadaan semakin sulit ketika anak-anaknya terpaksa putus sekolah, terjebak dalam siklus kemiskina. Setiap hari, Bu Suni menahan sakit yang menyiksa, berjuang tak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masa depan anak-anaknya yang ia cintai.

Sahabat peduli, mari kita bersama mengulurkan tangan untuk Bu Suni. Setiap bantuan, sekecil apapun, bisa menjadi harapan baru bagi kehidupannya. Mari kita tunjukkan kepedulian kita, memberikan Bu Suni dan anak-anaknya kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dalam kebersamaan, kita bisa memberikan mereka kekuatan untuk terus bertahan.
Berita terbaru
Belum ada update untuk campaign ini.
Donatur
Donatur Anonim
Rp 10.486
9 bulan lalu
Hamba Allah
Rp 25.438
9 bulan lalu
Donatur Anonim
Rp 10.031
"Syafakillah Bu Suni 🤲 lancar berkah barokah semuanya aaamiiin 🤲"
10 bulan lalu
Sarah spj
Rp 50.796
"Ya Allah semoga saya bisa menjadi manusia lebih baik lagi kedepannya "
11 bulan lalu
Irfan
Rp 100.481
"Semoga bisa membantu sedikit ya.. dan semoga apa yang keluarga saya rencanakan bisa berjalan dengan lancar dan di ridhoi allah swt.. amin "
1 tahun lalu
Widy Wijaya
Rp 50.814
"y Rabb terimalah amal ibadah kami. aamiin 🤲🏻"
1 tahun lalu
Donatur Anonim
Rp 25.028
"Bismillah"
1 tahun lalu
Donatur Anonim
Rp 25.020
"Semoga cepat sembuh"
1 tahun lalu
Yuyun
Rp 25.252
1 tahun lalu
Donatur Anonim
Rp 51.002
"Bismillah, semoga lekas sembuh Bu."
1 tahun lalu