Memprihatinkan, Anak Pengemudi Ojol Mengidap Jantung Bocor

Memprihatinkan, Anak Pengemudi Ojol Mengidap Jantung Bocor

Dana Tersedia

Rp 0

Selengkapnya
Rincian Penggunaan Dana
Semakin banyak donasi yang tersedia, semakin besar bantuan yang bisa disalurkan oleh gerakan ini.

Cerita Penggalangan Dana

6 Okt 2025

Nevi-Nevan, sepasang anak kembar perempuan dan laki-laki yang berumur 8 tahun. Nevi adalah seorang gadis yang terlahir dengan kondisi Kesehatan yang lebih lemah dari Nevan. Sejak lahir, Nevi sering batuk dan panas. Namun karena dikira sakit biasa, orang tuanya hanya membawa ke klinik terdekat. Karena tidak kunjung sembuh dan pertumbuhan berat badan yang selalu turun drastis, akhirnya Nevi dibawa berobat kembali dan diketahui ternyata terdapat lubang di jantungnya. Kata dokter penyakit yang diidap Nevi cukup unik, karena biasanya dokter menemukan pasien dengan lubang di jantung sebelah kanan, sedangkan Nevi berlubang di jantung sebelah kiri.

Sebenarnya mungkin sejak lahir Nevi sakit, tapi karena pikir saya sakit biasa ternyata lama kelamaan batuk terus, berat badannya nggak mau naik. Akhirnya dari situ diobatin ke spesialis, sembuh terus sudah. Terakhir Januari diperiksa ke Rumah Sakit dan dokternya bilang ada kelainan jantung, cari dokter lain lagi katanya ngga bisa sampai angkat tangan. Dapet dokter lagi langsung bilang katanya harus dirujuk karena ada kelainan tapi ngga bisa memastikan penyakit apa.


Beberapa pengobatan pun sudah dilakukan, diantaranya echocardiography, kateterisasi jantung, dan pengobatan rutin selama 5 bulan. Kini tubuh Nevi semakin lemas dan tidak bisa kecapean. Sebelumnya Nevi sudah menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama kurang lebih 2 minggu karena terlalu drop keadaannya. Setelah pulang ke rumah dan mulai berangkat sekolah karena sudah kelas 2 SD, ternyata Nevi kecapean dan tiba-tiba sesak nafas. Setiap hari senin pun yang biasanya sekolah mengadakan upacara bendera, namun karena pihak sekolah sudah mengetahui keadaan Nevi maka diizinkan untuk tidak berangkat sekolah. Sehingga dengan keadaan kejang dan detak jantungnya yang semakin cepat hingga badannya pun ikut menggigil, Nevi langsung dibawa ke RS terdekat. Saran dari dokternya sekarang untuk fokus menjalani pengobatan rutin tersebut. Jika memang dengan pengobatan rutin Nevi belum ada perkembangan, maka akan dilakukan pembedahan. Ibu Nevi yaitu Ibu Yatun sangat berharap agar Nevi bisa segera sembuh dan jangan sampai mengalami pembedahan.


Ibu Yatun masih sangat teringat bagaimana perjuangannya ketika harus membawa Nevi ke Yogyakarta. Keluarga yang ditinggalkan masih terbilang sangat repot karena memiliki anak-anak yang masih kecil. Dengan terpaksa Ibu Yatun berangkat hanya Bersama Nevi menggunakan bus demi kesembuhan putri kecilnya. Bapaknya yaitu Pak Santo kesehariannya mencari nafkah sebagai ojek online. Selain itu Pak Santo juga harus mengurusi 3 anak yang lainnya. Putri pertamanya berusia 11 tahun kelas 6 SD, anak keduanya kembaran Nevi yaitu Nevan berusia 8 tahun kelas 2 SD, dan anak yang terakhir berusia 3 tahun. Penghasilan Pak Santo setiap harinya tidak menentu, menyesuaikan dengan banyaknya orderan. Jika dirata-rata Pak Santo dalam sehari hanya mendapatkan penghasilan sebesar Rp.40.000 - Rp. 50.000,  yang berangkat dari jam 07.00 hingga jam 16.00. Jika ingin lebih dari kisaran penghasilan tersebut Pak Santo harus berjuang lebih dengan rela pulang malam bahkan hingga hujan-hujanan agar bisa mendapat orderan.

Keluarga sederhana ini tinggal dengan menempati rumah kakak dari Pak Santo. Karena sebelumnya pernah merantau di Medan kemudian pulang dengan keadaan belum punya tempat tinggal, dengan rasa iba sang kakak meminjamkan rumahnya agar tetap terurus. Namun Pak Santo pun belum tahu sampai kapan rumahnya akan ditempati.

Semoga sudah selesai pakai terapi obat ini, karena saya juga jadi ikut merasakan gimana sakitnya. Anak juga sudah takut dan trauma sampai masuk opname, sampai drop dulu karena mau diinfus, mau disuntik lagi. Saya berharap sekali agar Nevi bisa segera sembuh, bisa kembali bermain dengan teman-temannya di luar tanpa dibatasi keadaan yang lemah. Harap Bu Yatun.

Berita terbaru

Belum ada update untuk campaign ini.

Donatur

Tia Destari Murti

Rp 300.000

3 tahun lalu

Donatur Anonim

Rp 20.888

3 tahun lalu

Donatur Anonim

Rp 50.530

"Cepat sembuh"

3 tahun lalu

Donatur Anonim

Rp 20.000

"Bismillah semoga bisa membantu"

3 tahun lalu

Donatur Anonim

Rp 20.000

3 tahun lalu

Hambaallah

Rp 51.121

3 tahun lalu

Donatur Anonim

Rp 51.116

"Semoga berkah dan bermanfaat. Untuk bpk Ojol semiga sellu sehat. Semangat"

3 tahun lalu

Abdullah

Rp 20.000

3 tahun lalu

D

Rp 20.000

3 tahun lalu

Donatur Anonim

Rp 100.000

3 tahun lalu