Tiba 7 Menit Sebelum Berbuka, Iftar Ramadhan Hadir di Tengah Badai dan Gelapnya Lokasi Bencana

25 Feb 2026
|
Ahmad Dani Af Rizal
|
Berita
Tiba 7 Menit Sebelum Berbuka, Iftar Ramadhan Hadir di Tengah Badai dan Gelapnya Lokasi Bencana

Keberangkatan tim menuju lokasi bencana tidaklah mudah. Sejak awal perjalanan, hujan dengan intensitas tinggi disertai badai mengguyur tanpa henti, menghambat laju kendaraan dan memperlambat waktu tempuh. Di beberapa titik, longsor masih menutup sebagian badan jalan sehingga hanya dapat dilalui satu kendaraan secara bergantian. Perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi ujian kesabaran dan kehati-hatian.


Saat mendekati lokasi, kondisi semakin menantang. Wilayah tersebut dan sekitarnya mengalami pemadaman listrik total akibat hujan badai. Gelap menyelimuti kawasan itu, menambah rasa cemas di tengah perjalanan yang penuh hambatan. Namun, dengan penuh syukur kami mengucap, Alhamdulillah ‘alaa kulli hal, tim akhirnya tiba di lokasi tepat tujuh menit sebelum waktu berbuka puasa.


Kedatangan tim telah dinanti masyarakat di depan musholla. Wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kekhawatiran berubah menjadi senyum bahagia. Hambatan di perjalanan seolah terbayar lunas dengan sambutan hangat dan rasa syukur yang terpancar dari mereka.


Tanpa menunggu lama, masyarakat langsung bergotong royong membantu menyiapkan hidangan berbuka. Paket makanan ringan seperti semangka, kurma, gorengan, dan bolu disajikan terlebih dahulu untuk membatalkan puasa. Suasana kebersamaan begitu terasa, sederhana namun penuh makna. Setelah itu, seluruh jamaah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama menikmati nasi kebuli.


Kebahagiaan semakin terpancar ketika masyarakat menyampaikan bahwa sebagian besar dari mereka belum pernah merasakan nasi kebuli sebelumnya. Mereka mengucapkan terima kasih dengan tulus karena untuk pertama kalinya kegiatan iftar Ramadhan diselenggarakan di lokasi bencana tersebut. Kehadiran tim menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ujian ini.


Sebelum tim meninggalkan lokasi, perwakilan masyarakat yang diwakili oleh Inyiak Jorong menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar kegiatan seperti ini dapat kembali dilaksanakan di beberapa titik lainnya. Beliau juga berharap ke depan dapat hadir program santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah tersebut.


Malam itu, ketika tim berpamitan, ucapan terima kasih menggema secara bersamaan dari masyarakat. Di tengah gelap akibat padamnya listrik dan sisa-sisa dampak bencana, cahaya kebersamaan dan kepedulian justru terasa semakin terang.


Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari lebih banyak kebaikan yang dapat dihadirkan, menjangkau lebih banyak saudara yang membutuhkan, dan menguatkan harapan di tengah ujian.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terkait
Banner Images
Artikel Terbaru